Cooking Day: Belajar Berkolaborasi Melalui Es Dawet Serabi

 

Cooking Day: Belajar Berkolaborasi Melalui Es Dawet Serabi

Mojoagung, 28 Maret 2026 — Keceriaan memenuhi lingkungan SDK Wijana Mojoagung saat seluruh siswa mengikuti kegiatan Cooking Day dengan tema Es Dawet Serabi. Lebih dari sekadar memasak, kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk belajar merencanakan, bekerja sama, dan bertanggung jawab melalui pengalaman nyata.
 
Persiapan Cooking Day telah dimulai beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan. Setiap kelompok berdiskusi untuk menentukan menu, menyusun daftar peralatan, serta memilih bahan-bahan yang diperlukan. Dalam proses tersebut, siswa belajar menyampaikan ide, menghargai pendapat teman, dan mengambil keputusan bersama sebagai sebuah tim.
 
Pada hari pelaksanaan, setiap kelompok mulai mengolah bahan sesuai pembagian tugas yang telah disepakati. Ada yang bertugas menimbang bahan, memotong pelengkap, memarut kelapa, mengaduk adonan, hingga memasak serabi di atas cetakan. Setelah itu, mereka meracik es dawet dan menyajikannya menjadi hidangan yang menarik. Seluruh proses dilakukan dengan penuh semangat dan kerja sama sehingga setiap anggota kelompok memiliki kesempatan untuk berkontribusi.
 
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi juga oleh proses yang mereka jalani bersama. Mereka dilatih untuk mandiri dalam menyelesaikan tugas, bertanggung jawab terhadap peran masing-masing, serta membangun komunikasi yang baik dengan teman satu kelompok.
 
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus evaluasi terhadap hasil karya siswa, setiap hidangan dinilai oleh tiga orang juri yang berasal dari unsur guru, wali murid, dan komite sekolah. Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, mulai dari cita rasa, penyajian, kekompakan tim, hingga kebersihan selama proses memasak. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk menampilkan hasil kerja terbaik sekaligus belajar menerima masukan secara positif.
 
Cooking Day menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang terus dihadirkan SDK Wijana Mojoagung. Melalui pengalaman nyata seperti ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis, tetapi juga mengembangkan karakter yang menjadi bekal penting dalam kehidupan, seperti kerja sama, tanggung jawab, komunikasi, serta kemandirian.

Bagaimana tanggapan Anda tentang artikel ini?