Wijana Mojoagung
Loading post...
Edukasi Etika untuk Generasi Muda - Character Building 2023

Edukasi Etika untuk Generasi Muda - Character Building 2023

 
 

Tidak dapat dipungkiri, kemajuan zaman dan perkembangan teknologi selain membawa pengaruh positif, juga membawa pengaruh yang kurang baik. Salah satunya adalah mulai lunturnya etika dalam keseharian generasi muda. Hal itu tak lepas dari semakin menjamurnya penggunaan gadget dan media sosial. Demi meminimalisir semakin tergerusnya etika, maka perlu ada penyegaran yang diberikan kepada anak-anak.

Berkaca dari hal tersebut, selama 2 hari 1 malam, yaitu 27-28 Oktober 2023, sekolah mengadakan kegiatan Character Building dengan tema “Edukasi Etika untuk Generasi Muda”. Kegiatan ini diadakan di sekolah dan diikuti oleh siswa kelas III sampai kelas VI. Tema ini diambil guna mengingatkan kembali pentingnya etika dalam kehidupan sehari-hari.

Etika Menyapa dan Berperilaku

Ice breaking menjadi bagian awal dari kegiatan ini. Sebelum memulai kegiatan, anak-anak perlu diajak untuk refreshing terlebih dahulu. Mereka melakukan pemanasan dengan menyanyi dan melakukan permainan-permainan sederhana. 

Baca Juga: Cooking Day 2023 - Hasil Olahan Umbi-umbian

Sesi pertama ini diberikan oleh Bapak Antonius Dwi K., S.Pd.. Materi yang diberikan adalah tentang etika menyapa. Anak-anak diajak untuk bisa mendalami dan menerapkan cara menyapa, terlebih kepada orang yang lebih tua. Tak dapat dipungkiri, budaya menyapa atau membungkukkan badan ketika lewat di depan orang yang lebih tua, sudah mulai hilang dan jarang ditemui di era modern ini. Selain menyapa, anak-anak juga diingatkan kembali tentang bagaimana berperilaku. Termasuk di antaranya adalah berterima kasih dan meminta maaf. 

Etika Makan

Edukasi Etika untuk Generasi Muda - Character Building 2023
Pemateri memberikan pemaparan materi | Dok. Sekolah
 
Materi etika makan ini disampaikan oleh Bapak Filipus Seshigos, S.Pd.. Dalam pemaparannya, beliau mengajak anak-anak untuk makan sesuai etika dan menjaga kesopanan saat makan. Di antaranya adalah tidak makan sambil mengobrol, menghabiskan makanan yang diambil, tidak bersendawa, dan lain sebagainya. Banyak informasi baru yang didapatkan oleh anak-anak, yang tentunya sedikit demi sedikit harus mulai dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wijana’s Fine Dinning

Satu bagian yang menarik, tidak biasa, dan istimewa di kegiatan kali ini adalah adanya “Fine Dinning”. Makan malam pada kegiatan ini kami konsep “makan malam mewah” ala Wijana. Fine Dinning ini dipandu oleh Ibu Theresia Maria K., S.Si.. Sebelum menyantap hidangan, anak-anak diberikan arahan oleh ibu Theresia terkait cara mereka makan. Mulai dari mengambil sendok dan garpu, meletakkan tisu, dan lain-lain. Hidangan yang mereka santap pertama disebut “appetizer” atau hidangan pembuka, yang berupa sop sayur. Appetizer ini dihidangkan dengan maksud membangkitkan selera makan atau nafsu makan. 
 
Edukasi Etika untuk Generasi Muda - Character Building 2023
Anak-anak menyantap menu Fine Dinning | Dok. Sekolah

Setelah mencicipinya, anak-anak disajikan makanan “main course” (sajian utama), yaitu nasi, sup, dan oseng tahu tempe. Dengan menerapkan etika makan yang sudah dipelajari dan dengan arahan dari Ibu Theresia, mereka mulai menyantap hidangannya. Bukan suatu yang mudah ternyata, bagi anak-anak. Hal itu karena apa yang dilakukan ini berbeda dari kebiasaan yang mereka lakukan. Tidak sedikit dari mereka yang mereka tegang. Bahkan tangan mereka pun bergetar saat menyendok nasi.

Baca Juga: Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

Sajian terakhir yang mereka nikmati adalah dessert atau hidangan penutup. Dessert yang kami siapkan adalah es oyen Bandung. Meskipun ini es, namun dalam meminumnya, anak-anak harus tetap menerapkan etika, termasuk bagaimana cara menyendoknya juga.

Dalam kegiatan ini, anak-anak tentunya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, menegangkan, tetapi juga menjadi pengalaman yang baru. Karena mereka makan bersama-sama dan dengan suasana yang berbeda. Selain itu, mereka juga belajar menerapkan etika saat makan bersama-sama.

Kegiatan Malam

Setelah bersantap malam, anak-anak masuk lagi ke dalam ruang pertemuan untuk melanjutkan sesi etika berbicara, yang masih disampaikan oleh Bapak Filip. Selanjutnya mereka beraktivitas dengan kelompok dan bermain peran, untuk memerankan drama tentang materi yang sudah dipelajari sepanjang hari ini tadi. Malam pun ditutup dengan doa malam dan pengendapan bersama.

Kegiatan Hari Kedua

Berhubung tanggal 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda, maka pada hari ini (28/10/2023) kami mengadakan upacara bendera bersama. Selepas upacara, anak-anak dipersilakan untuk menyantap hidangan sarapan. Meski pun mereka makan dengan tetap menerapkan etika makan, namun tidak terlalu menegangkan seperti saat makan malam kemarin.

Edukasi Etika untuk Generasi Muda - Character Building 2023
Secara berkelompok bermain Tic Tac Toe | Dok. Sekolah

Tibalah salah satu sesi yang disukai oleh anak-anak, yaitu game outdoor. Game yang kami berikan cukup familier. Game yang akan dimainkan oleh anak-anak adalah Tic Tac Toe. Bedanya, permainan ini memanfaatkan galon air mineral dan tali. Selain itu, permainan ini juga butuh kekompakan. Masing-masing kelompok harus beradu cepat untuk memindahkan galon air mineral mereka untuk dapat membentuk garis. Bagi yang telah berhasil menempatkan 3  galon dan membentuk 1 garis, maka merekalah pemenangnya.

Baca Juga: Life Study Camp 2023 SDK Wijana - Java in Paradise

Aksi Nyata

Edukasi etika ini bukan hanya sebatas teori semata. Selama kegiatan ini, anak-anak harus menerapkannya pula. Mereka dibekali dengan ID Card yang terdapat 10 bintang. Jika anak melakukan pelanggaran etika, misalnya tidak menyapa guru, berkata kurang sopan, tidak permisi, dll, maka salah satu bintangnya akan dikurangi. Semakin banyak mereka melanggar, semakin banyak pula bintang mereka akan hilang.
 
Edukasi Etika untuk Generasi Muda - Character Building 2023
Mencuci peralatan makan seusai makan | Dok. Sekolah

Melalui kegiatan ini, anak-anak disegarkan kembali akan etika dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, mereka bisa berlaku sesuai etika di kesehariannya, bukan hanya melakukannya karena paksaan, tetapi karena kesadaran. (ADK)

Penulis
Antonius Dwi K., S.Pd.
Sie Kesiswaan SDK Wijana

Outing Class 2023 SDK Wijana – Wisata Desa BMJ Mojopahit

Outing Class 2023 SDK Wijana – Wisata Desa BMJ Mojopahit

 
Outing Class 2023 SDK Wijana – Wisata Desa BMJ Mojopahit

Kegiatan Outing Class sebagai metode pembelajaran siswa di luar ruangan kelas dengan tujuan memberikan pengalaman baru bagi siswa. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi siswa untuk belajar berinteraksi dengan alam secara langsung. Sebuah metode belajar sambil bermain, mengingat usia anak-anak yang masih senang bermain. 

Jumat, 01 September 2023 sekolah mengadakan kegiatan Outing Class yang diikuti oleh kelas 1, 2, dan 3. Anak-anak diajak untuk belajar mengenal tanaman kakao hingga proses pembuatan cokelat di Kampung Cokelat Mojopahit. Lokasi Kampung Cokelat Mojopahit berada di Wisata Desa BMJ (Bumi Mulyo Jati) Mojopahit Desa Randugenegan, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Wisata Desa BMJ Mojopahit menyediakan paket edukasi, wahana permainan, dan hingga berbagai varian produk olahan cokelat. Di sini anak-anak mendapat kesempatan untuk mempelajari tentang seluk-beluk tanaman kakao sebelum diproses menjadi produk cokelat yang siap untuk dikonsumsi. 

Baca Juga: Cooking Day 2023 - Hasil Olahan Umbi-umbian

Ketika dibagikan surat pemberitahuan bahwa akan diadakan kegiatan Outing Class, respons dari anak-anak menyambut dengan sukacita mendengar hal itu, ditambah lagi karena ada kegiatan berenangnya. Ya, inilah yang dinantikan anak-anak. Hari demi hari, anak-anak selalu melihat tanggal pada kalender yang tidak sabar untuk segera berangkat. Kegiatan ini juga mengajarkan anak-anak untuk belajar hal baru di lingkungan sekitar secara langsung. Tidak hanya belajar tetapi juga sambil bermain dan bersenang-senang.

Sebelum berangkat, anak-anak melakukan meditasi pagi dahulu di sekolah. Anak-anak sudah bersiap dengan membawa perlengkapan yang sudah diinformasikan. Kegiatan masih dalam kegiatan belajar mengajar, maka anak-anak berangkat memakai baju olahraga. Bersama dengan empat guru yang akan mendampingi anak-anak selama kegiatan Outing Class berlangsung. Pada pukul 07.50 dengan 2 angkutan umum (len) berangkat menuju Wisata Desa BMJ Mojopahit. 

Wisata Desa BMJ Mojopahit

Perjalanan ditempuh kurang lebih 45 menit hingga sampai di Wisata Desa BMJ Mojopahit. Sesampai di lokasi, kendaraan berhenti di depan tempat pembayaran tiket. Perasaan riang gembira terlihat diraut muka anak-anak. Anak-anak disambut oleh Bu Ayunda selaku tour guide yang akan memberikan pengarahan. Bu Ayunda memperkenalkan diri kepada anak-anak.  Sebelum masuk, anak-anak dibagi menjadi 2 barisan, berjalan sambil memegang pundak temannya. Selanjutnya, Bu Ayunda mengajak anak-anak untuk masuk ke lokasi. 

Outing Class 2023 SDK Wijana – Wisata Desa BMJ Mojopahit
Pendamping membimbing memasuki lokasi | Dok. Sekolah
 
Sebelum masuk lokasi, sudah disambut oleh sebuah patung raksasa Maha Patih Gajah Mada yang dari kejauhan terlihat gagah berani. Di bawah kaki patung bertuliskan Arca Agung Maha Patih Gajah Mada. Bangunan dengan konsep budaya di masa Mojopahit. Hal ini terlihat dari arsitektur yang identik dengan ornamen khas kerajaan. 

Baca Juga: Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

Anak-anak berfoto di depan patung raksasa Maha Patih Gajah Mada. Setelah berfoto, masuk menuju ruangan terbuka untuk menaruh tas dan melakukan aktivitas pembukaan, di antaranya ice breaking dan fun games. Dalam kegiatan pembukaan dipandu oleh 3 orang di antaranya Bu Ayunda, Kak Achmad dan Kak Galuh. Suara musik dinyalakan, anak-anak dengan sigap langsung berjoget mengikuti irama lagu tersebut. Tidak ada rasa lelah terlihat di anak-anak, yang ada hanya rasa gembira. Anak-anak berjoget dengan asyik. 

Wisata Edukasi Taman Cokelat

Outing Class 2023 SDK Wijana – Wisata Desa BMJ Mojopahit
Anak-anak berkesempatan mencicipi buah kakao | Dok. Sekolah
 
Beristirahat sejenak, lanjut dengan kegiatan selanjutnya yaitu observasi kakao. Anak-anak dibagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing 1 guide. Saat memasuki depan pabrik pengolahan cokelat. Kami melewati di antara tanaman Kakao yang tertanam dengan rapi dan terlihat bersih.  Di depan pabrik produksi cokelat, anak-anak diberikan pengetahuan mengenai tanaman kakao mulai dari bibit hingga buah siap dipanen dan diproduksi. Pemandu menerangkan perkembangan tanaman kakao dengan runtut. Tidak hanya menjelaskan secara teori saja, anak-anak juga ditunjukkan buah kakao. Anak-anak diberi kesempatan untuk mencicipi buah kakao yang sudah matang. Sebuah pengalaman baru dan menyenangkan karena bisa secara langsung merasakan yang namanya buah kakao. 

Baca Juga: Life Study Camp 2023 SDK Wijana - Java in Paradise

Setelah mencicipi buah kakao, anak-anak diajak keliling area sekitar untuk melihat biji-biji kakao yang difermentasi. Dijelaskan dalam proses fermentasi dibutuhkan waktu selama 5 hari. Dalam proses pengeringan membutuhkan waktu kira-kira 4 hari. Kemudian 1 hari proses produksi dan diolah menjadi siap untuk dikonsumsi.  Selanjutnya masuk ke dalam pabrik untuk melihat proses pembuatan cokelat. 

Pengenalan Proses Pengolahan Cokelat

Bagaimana cokelat dibuat? Proses pertama yaitu dengan proses pembersihan dan pemilihan biji, biji kakao dikeringkan dengan mesin predryer, pemisahan nibs dengan kulit ari, menyangrai nibs kakao, pendinginan nibs kakao yang sudah disangrai, penghalusan, pemanggangan, pencampuran varian bubuk kakao, pencetakan dan pengemasan. 

Outing Class 2023 SDK Wijana – Wisata Desa BMJ Mojopahit
Contoh kakao nibs yang sudah matang | Dok. Sekolah
 
Setelah mengetahui proses demi proses pembuatan cokelat, anak-anak kembali ke tempat semula dan diberikan minuman cokelat. Minuman langsung habis tak tersisa. Di akhir kegiatan, anak-anak diajak keliling melihat galeri cokelat. Sebuah tempat yang menjual berbagai varian cokelat, mulai dari cokelat batangan, bubuk cokelat, minuman, dll. Anak-anak juga dicicipi sebuah cokelat. Pastinya tambah senang lagi. 

Renang yang Menyenangkan

Outing Class 2023 SDK Wijana – Wisata Desa BMJ Mojopahit
Renang yang menyenangkan | Dok. Sekolah

Tiba waktunya untuk berenang. Yang ditunggu-tunggu tentunya. Sebelum berenang, anak-anak istirahat untuk makan. Selesai makan, anak-anak berganti baju untuk berenang. Anak-anak diberikan waktu satu jam untuk berenang. Tawa ceria menyelimuti senyum mereka. Sungguh menyenangkan. Setelah berenang, anak-anak pun mandi dan ganti baju. Sambil menunggu temannya, ada yang membeli makanan, melihat hewan di area bermain, makan snack. 

Baca Juga: Grow to be Great – Pelepasan dan Pentas Akhir Tahun 2022-2023

Pulang

Tiba saatnya untuk pulang, karena waktu sudah menunjukkan siang. Sebelum pulang, kurang lengkap rasanya jika belum membeli aneka olahan cokelat. Anak-anak yang sudah mempersiapkan uang saku untuk membeli oleh-oleh juga semangat untuk membeli cokelat di galeri cokelat. Kisaran harganya cukup beragam, dan terjangkau cocok untuk dijadikan sebagai buah tangan bagi keluarga. Semuanya sudah selesai, akhirnya anak-anak pun pulang  kembali menuju ke sekolah. (DBS)
Penulis
Dian Budi S., S.Pd.
Sie Kurikulum SDK Wijana
Life Study Camp 2023 SDK Wijana - Java in Paradise

Life Study Camp 2023 SDK Wijana - Java in Paradise

 
Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise

Life Study Camp sudah menjadi program tahunan yang sudah rutin diadakan oleh sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu cara sekolah untuk mengajarkan hidup mandiri kepada anak-anak, agar kelak dapat menjalani kehidupannya sekalipun sudah terpisah dari orang tuanya.

Selama 3 hari 2 malam, mulai dari hari Jumat sampai Minggu, 25-27 Agustus 2023, anak-anak diajak untuk belajar hidup di alam bebas dengan mengikuti camping. Tahun ini, kami memilih Java in Paradise yang berlokasi di Dsn. Segunung, Ds. Carangwulung, Wonosalam, sebagai lokasi camping. Tempat yang kami pilih memang masih alami dan jauh dari keramaian, sehingga mereka sungguh-sungguh dapat merasakan hidup di alam bebas. Banyak pengalaman, pelajaran, dan hal-hal menarik yang mereka dapatkan selama 3 hari berproses di Life Study Camp ini, yang tentunya membawa kesan dan makna mendalam bagi mereka.

Baca Juga: Cooking Day 2023 - Hasil Olahan Umbi-umbian

Perjalanan Melelahkan Tapi Menyenangkan

Sebelum keberangkatan ke lokasi camping, anak-anak berkumpul di sekolah. Selain untuk pengarahan dan doa bersama, para pembina juga melakukan inspeksi barang bawaan. Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada barang-barang lain yang dibawa oleh anak-anak selain yang sudah ditentukan, termasuk mainan.
 
Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise
Anak-anak menyusuri jalanan menuju lokasi | Dok. Sekolah

Setelah itu, para rombongan menuju ke lokasi. Sekira 45 menit menempuh perjalanan, rombongan sampai di Wonosalam, tepatnya di jalan masuk menuju lokasi. Perjalanan selanjutnya dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalanan perkebunan kopi. Ya, Java in Paradise ini memang berlokasi di tengah perkebunan kopi.

Baca Juga: Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

Perjuangan Mendirikan Kediaman

Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise
Bekerja sama mendirikan tenda | Dok. Sekolah

Sesampainya di sana, anak-anak langsung bergiat untuk mendirikan tenda. Proses ini dilakukan sendiri oleh mereka tanpa bantuan dari pembina. Pembina hanya mengawasi proses yang sedang berlangsung. Mereka pun membagi tugas agar tenda mereka dapat berdiri dengan kuat dan bertahan selama 3 hari ke depan. Butuh waktu sekitar satu jam setengah bagi mereka untuk mendirikan tenda, menata, dan membuat tenda mereka dapat ditempati.

Baca Juga: Grow to be Great – Pelepasan dan Pentas Akhir Tahun 2022-2023

Ada beberapa aktivitas yang telah disiapkan oleh Siti Krisdiyanti, S.Pd., selaku kakak pembina Pramuka di SDK Wijana Mojoagung, yang akan mendampingi kami dalam kegiatan ini. Di hari pertama ini, anak-anak lebih diajak untuk melakukan aktivitas kepramukaan, di antaranya adalah melakukan upacara pembukaan, pengenalan atribut pramuka, drama, dll. Anak-anak dengan begitu bersemangat mengikutinya, apalagi masih hari pertama, tentunya energi mereka masih cukup banyak untuk melakukan aktivitas di hari ini.

Kegelapan Menambah Kesyahduan

Kegiatan hari ini ditutup dengan berdoa bersama. Salah satu hal yang menarik di tahun ini adalah minimnya listrik. Untuk memperoleh listrik, kami harus menyalakan genset. Demi menghemat penggunaan, selesai kegiatan malam genset akan dimatikan dan berganti dengan damar ublik atau lampu teplok. Seketika sekeliling menjadi gelap ketika genset dimatikan. Namun, menjadi terasa syahdu ketika berkas cahaya dari lampu teplok dan terang bulan menerangi kami. Sungguh terasa sekali kalau kami sedang berkemah. Sebuah momen yang begitu berkesan bagi kami.

Bermain di Ketinggian

Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise
Riang gembira bermain di ketinggian | Dok. Sekolah
 
Dinginnya udara yang telah menemani kami sedari malam hari tak menyurutkan niat kami untuk bangun pagi. Anak-anak bangun dengan penuh semangat untuk melanjutkan proses mereka di hari ini. Pagi ini diawali dengan meditasi dan doa pagi. Selepas itu, anak-anak diajak untuk bermain gobak sodor, sebuah permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan. Mumpung ada lapangan rumput, maka memainkan permainan ini. Anak-anak begitu antusias memainkannya. Bahkan mereka rela menunda jam sarapan karena teralu asyik bermain. 

Baca Juga: Rekoleksi Prapaskah 2023 – Menghadirkan Sakramen dalam Keluarga

Tak hanya itu, anak-anak juga diajak untuk berjelajah. Menyusuri kawasan perkebunan kopi ternyata menambah pengetahuan anak-anak tentang macam-macam tumbuhan. Mereka dapat melihat pohon cengkeh, tanaman tembakau, pohon pala, dll.

Latihan Kemandirian Bekal Kehidupan

Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise
Membangun saluran irigasi dengan pipa | Dok. Sekolah
 
Sekembalinya di lokasi camping, anak-anak kembali diajak beraktivitas untuk membangun saluran irigasi. Perlu diketahui bahwa sumber air di lokasi ini ada di atas, sehingga perlu mendaki agar dapat mencuci piring atau mencuci tangan. Maka, anak-anak diminta untuk membangun saluran air menggunakan pipa paralon yang telah disediakan oleh sekolah. Misi mereka adalah mengalirkan air menuju lokasi camping agar mereka tak perlu menghabiskan waktu dan tenaga. Setelah berjuang selama kurang lebih 1 jam lamanya, mereka berhasil mengalirkan air menuju lokasi camping mereka.

Sebagai bentuk dari latihan kemandirian, anak-anak pada hari kedua ini diminta untuk memasak untuk makan malam mereka sendiri. Sebelumnya, mereka sudah mempersiapkan peralatan yang diperlukan. Sedangkan bahan masakannya telah disediakan sekolah. Kali ini, mereka akan memasak sayur sop. Menggunakan tungku sederhana dari kaleng, kapas, dan spirtus, mereka mulai memanaskan air sambil mengiris sayur-sayuran mereka. 
 
Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise
Keceriaan dalam proses memasak | Dok. Sekolah

Keseruan mulai terlihat ketika mereka mulai memasukkan bumbu masakan. Sesekali mereka mencicipi masakan mereka. “Hem, anyep (hambar),” teriak salah satu anggota kelompok saat mencicipi kuah sopnya. Mereka pun mulai menambahnya dengan garam dan bumbu-bumbu lainnya. Dengan begitu bersemangat mereka memasak dan menunggu masakan mereka matang.

Nikmat Tiada Tara Berteman Senja

Saat masakan semua kelompok matang, mereka pun berkumpul, berdoa bersama, dan membagi makanan mereka. Bersama-sama memakan masakan mereka. Ada yang rasanya pas, ada pula yang kurang sedap. Tapi bagi mereka, masakan mereka tetap enak. “Enak kok ya masakan kita? Menurutku sih ini pas,” kata salah seorang anak sambil menyantap masakannya. Walau dari bibirnya terucap kata seperti itu, namun dari raut wajahnya terlihat bahwa masakannya tidak benar-benar enak seperti yang dia katakan. Para pembina pun hanya tersenyum melihat kelucuan mereka.
 
Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise
Menikmati makan malam berteman sunset | Dok. Sekolah
 
Lebih kerennya lagi, mereka bisa makan sambil menikmati warna jingga langit senja indahnya matahari terbenam. Sambil menghadap ke arah matahari terbenam, mereka menyantap makanan mereka sambil bercengkerama bersama teman-temannya. Sungguh momen yang tidak akan pernah terlupakan dan akan menjadi kenangan indah bagi mereka.

Baca Juga: Menjadi Guru Karena Panggilan Hati
Tak hanya memasak sendiri, mereka juga diharuskan untuk mencuci piring mereka sendiri. Sebagai bentuk proses latihan kemandirian. Mereka saling mengantre untuk dapat mencuci piring mereka.

Story Notes dan Apresiasi

Di kegiatan ini, anak-anak dibekali dengan ID Card beserta buku Story Notes. Buku ini digunakan oleh anak-anak untuk menuliskan pengalaman-pengalaman menariknya selama mengikuti kegiatan ini. Selain itu, mereka juga menuliskan makna dari setiap pengalaman yang mereka tuliskan. Buku ini nantinya juga bisa menjadi kenang-kenangan bagi mereka atas setiap proses yang mereka alami di tempat ini. Tak hanya itu, kami juga memberikan apresiasi tulisan Story Notes terbaik bagi anak-anak.
 
Life Study Camp 2023 SDK Wijana, Java in Paradise
Anak sedang menulis cerita di Story Notes | Dok. Sekolah

Di dalam buku ini juga terdapat halaman tempat stempel. Stempel ini dikumpulkan dan diberikan kepada anak-anak yang “berprestasi”. Prestasi-prestasi kecil yang mereka tunjukkan selama kegiatan ini kami beri apresiasi. Baik prestasi secara berkelompok, maupun prestasi individu.

Penutup

Mengajari seseorang bagaimana dia dapat belajar untuk tumbuh secara mandiri, dan untuk dirinya sendiri, barangkali merupakan pelayanan terbesar yang dapat dilakukan seseorang kepada orang lain. – Benyamin Jowett, Klasikis dan Teolog
Melatih dan membiasakan anak-anak untuk hidup mandiri memang menjadi suatu kebutuhan yang perlu untuk diperjuangkan selalu. Semuanya tentunya demi masa depan anak-anak. Karena tentunya kita semua tahu bahwa anak-anak tak akan selamanya bersama dengan orang tuanya. Maka, sekolah Wijana Mojoagung bergerak bersama orang tua untuk mendukung program-program kegiatan sekolah demi mendukung perkembangan kepribadian anak tersebut. (ADK)
Penulis
Antonius Dwi K., S.Pd.
Sie Kesiswaan SDK Wijana
 Semarak Kemerdekaan dalam Kebersamaan

Semarak Kemerdekaan dalam Kebersamaan

 
Semarak Kemerdekaan dalam Kebersamaan

Peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia telah menjadi sebuah tradisi tersendiri untuk rakyat Indonesia. Banyak kelompok warga yang berbondong-bondong mengadakan kegiatan dan perlombaan demi menyemarakkan 17-an—begitu kebanyakan orang menyebutnya. Demikian pula yang dilakukan oleh warga sekolah SDK Wijana Mojoagung.

Baca Juga: Play Day 2023 - Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023

Pada hari Jumat (18/8/2023) kami mengadakan berbagai perlombaan dalam rangka perayaan 17-an. Ada dua jenis perlombaan yang disiapkan, yaitu lomba kelompok dan lomba individu. Tank Man, Cantol Capil, Sunggi Tampah, dan Estafet Kolor adalah beberapa perlombaan yang dimainkan secara berkelompok. Adapun lomba individunya merupakan lomba yang sudah menjadi umum dilakukan hampir di setiap tahunnya, yaitu Lomba Makan Kerupuk dan Lomba Makan Biskuit.

Perlombaan Kelompok

Semarak Kemerdekaan dalam Kebersamaan
Anak-anak beraksi dalam Lomba Cantol Capil | Dok. Sekolah

Sebelum berlomba, anak-anak diajak untuk melakukan pemanasan dengan senam bersama. Setelah pemberian instruksi singkat, anak-anak diminta untuk membentuk kelompok berjumlah 3 anggota. Perlombaan pertama yang dilakukan adalah Tank Man. Dalam perlombaan ini, anak-anak harus merangkak di dalam kardus yang dibuat menyerupai bentuk roda tank. Secara estafet, mereka harus berlomba menuju garis finish.

Baca Juga: Cooking Day 2023 - Hasil Olahan Umbi-umbian

Demikian pula dengan lomba Cantol Capil, Sunggi Tampah, dan Estafet Kolor. Perlombaan-perlombaan kelompok ini dimainkan dengan sistem estafet. Sehingga dibutuhkan kerja sama dari masing-masing anggota kelompok. Sekalipun mereka harus berpanas-panas ria, mereka tetap menikmatinya dan begitu antusias untuk dapat menjadi pemenang dalam setiap lombanya.
 
Semarak Kemerdekaan dalam Kebersamaan
Merangkak dalam Tank Man | Dok. Sekolah

Perlombaan Individu

Bagi masyarakat kita, Lomba Makan Kerupuk menjadi salah satu lomba wajib yang diadakan di saat 17-an. Menariknya, meskipun diadakan setiap tahun, anak-anak pun juga tidak bosan dan malah begitu bersemangat untuk dapat menjadi yang tercepat. 
 
Semarak Kemerdekaan dalam Kebersamaan
Sukacita berlomba Makan Kerupuk | Dok. Sekolah

Lomba Makan Kerupuk ini dimainkan secara serentak oleh seluruh siswa-siswi. Mereka dengan begitu bersemangat langsung menuju kerupuk yang telah tergantung di tali tampar. Ketika lomba dimulai, seketika mereka langsung berusaha untuk menggigit kerupuk yang tergantung. Meskipun dengan susah payah, mereka tepat berusaha sebisa mungkin. 

Baca Juga: Grow to be Great – Pelepasan dan Pentas Akhir Tahun 2022-2023

Untuk Lomba Makan Biskuit-nya dibuat berbeda dari konsep sebelumnya, sehingga ada sedikit improvisasi dalam pelaksanaannya. Hal ini dikarenakan waktu yang tersisa sudah tinggal sedikit. Oleh sebab itu, biskuit yang telah disiapkan dibagikan kepada anak-anak. Masing-masing anak mendapatkan 3 biskuit. Anak yang berhasil menghabiskan 3 biskuit tersebut yang akan menjadi pemenangnya.

Penutup

Semarak Kemerdekaan dalam Kebersamaan
Piagam ucapan selamat para pemenang | Dok. Sekolah

Untuk para pemenang, sekolah tak hanya menyiapkan hadiah saja, tapi juga memberikan piagam ucapan selamat dan medali khusus untuk perayaan HUT RI ke-78. Ucapan selamat dan medali ini menambah suka cita dan kebanggaan mereka setelah berhasil menjadi pemenang dari setiap perlombaan.

Baca Juga: Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

Bukan tentang kalah atau menangnya. Yang penting ditekankan dalam perayaan ini adalah tentang semangat juang dalam menaklukkan tantangan. Terlebih lagi, ini adalah tentang suka cita kebersamaan dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. (ADK)
Penulis
Antonius Dwi K., S.Pd.
Sie Kesiswaan SDK Wijana
 Melatih Kemandirian dengan Self Service

Melatih Kemandirian dengan Self Service

Melatih Kemandirian dengan Self Service
 
Kemandirian merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjalankan kehidupannya. Menurut KBBI, kemandirian berarti hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Tidak bergantung pada orang lain bukan berarti tidak memerlukan orang lain, melainkan dapat melakukan sesuatu meskipun tanpa bantuan orang lain.
Pada tahap ini, kemandirian bukan tentang bisa atau tidaknya melakukan hal itu. Tetapi lebih pada menanamkan kepercayaan diri anak bahwa dia mampu untuk menyelesaikan pekerjaannya sendiri, sekalipun tanpa bantuan orang lain. 

Selain di rumah, sekolah juga menjadi salah satu lingkungan belajar yang harusnya juga menjadi tempat untuk menumbuhkan kemandirian anak melalui kegiatan-kegiatan yang diadakan di sekolah. Itulah juga yang menjadi dasar TK Wijana Mojoagung memberikan program kegiatan Self Service
 
Melatih Kemandirian dengan Self Service
Anak TK sedang mencuci piringnya sendiri | Dok. Sekolah
 
Self Service ini diadakan sebagai sarana bagi anak-anak agar mereka terlatih untuk dapat melakukan sendiri apa yang menjadi kebutuhannya. Misalnya, mencuci piring, mengikat tali sepatu dan memakai sepatu, melipat baju, dll. 

Baca Juga: Play Day 2023 - Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023
Ketika datang ke sekolah, anak-anak dibiasakan untuk melepas sepatu dan menggantinya dengan sandal. Begitu juga saat pulang sekolah. Mereka akan berbaris rapi untuk memakai sepatu mereka kembali.
 
Melatih Kemandirian dengan Self Service
Anak memakai sepatunya saat akan pulang | Dok. Sekolah

Berbeda dengan memakai sepatu, kegiatan mencuci piring dilaksanakan setelah anak-anak makan bersama. Selesai makan, mereka akan diarahkan ke tempat cucian untuk mencuci piringnya sendiri. Kegiatan ini tentunya dengan pengawasan dari guru-guru. Guru yang mengawasi juga turut mengarahkan jika proses yang dilakukan anak masih kurang tepat.

Baca Juga: Mengirim Surat Lewat Kantor Pos - Kegiatan Puncak Tema TK

Dengan melaksanakan kegiatan Self Service ini, tentunya anak sedikit demi sedikit akan terlatih untuk dapat secara mandiri melakukan hal-hal yang menjadi kebutuhannya sendiri. Sekali pun tidak semuanya akan langsung mampu melakukannya, setidaknya dalam diri mereka mulai tumbuh kepercayaan diri bahwa mereka dapat melakukannya sendiri sekalipun tanpa bantuan orang tua atau gurunya. (ADK)
Penulis
Antonius Dwi K., S.Pd.
Sie Kesiswaan SDK Wijana
Play Day 2023 - Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023

Play Day 2023 - Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023

 
Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli tahun ini kami peringati dengan mengadakan kegiatan Play Day pada hari ini (21/07/2023). Selain untuk memperingati Hari Anak Nasional, Play Day tahun ini juga untuk menyambut anak-anak pada awal tahun ajaran ini dengan sukacita.

Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli tahun ini kami peringati dengan mengadakan kegiatan Play Day pada hari ini (21/07/2023). Selain untuk memperingati Hari Anak Nasional, Play Day tahun ini juga untuk menyambut anak-anak pada awal tahun ajaran ini dengan sukacita.
 
Play Day ini diisi dengan rally game. Disediakan 10 pos permainan indoor dan outdoor yang dapat dimainkan secara individu maupun berkelompok. 10 pos tersebut adalah Stand Up, Mancing Emosi, Gulung Stagen, Happy Hole, Bottle Flip, Rolling Tape, Lempar Kaleng, Bola Gedek, Vertical Ring, dan Balls and Box. Masing-masing pos dijaga oleh 1 orang guru. 
 
Baca Juga: Cooking Day 2023 - Hasil Olahan Umbi-umbian

Permainan

Sebelum kegiatan ini dimulai, anak-anak dibagikan kartu skor yang akan dibawa selama permainan dan menjadi syarat untuk dapat bermain. Kartu skor ini akan diisi oleh guru-guru penjaga pos dengan nilai yang didapatkan oleh anak-anak. Anak-anak mendapatkan “misi” untuk mendapatkan total skor tertinggi dari semua pos permainan agar bisa menjadi pemenang dalam rally game ini. 
 
Play Day 2023, Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023
Kartu Skor yang didapat oleh anak-anak | Dok. Sekolah

Sesaat setelah waktu permainan dimulai, anak-anak langsung dengan semangat menuju ke pos-pos yang diinginkan. Ada pos-pos tertentu yang harus dimainkan dengan berpasangan. Sehingga sebelum bermain, mereka harus mencari pasangannya. Sedangkan untuk yang di pos permainan individu, anak-anak hanya tinggal perlu mengantre bergantian dengan teman yang lain.
 
Baca Juga: Grow to be Great – Pelepasan dan Pentas Akhir Tahun 2022-2023

Untuk anak-anak TK, mereka didampingi oleh salah seorang guru dan juga diarahkan untuk menuju pos-pos yang belum dimainkan. Maklum, karena mereka belum bisa membaca, jadi perlu dituntun dan diarahkan. Meski pun demikian, mereka tetap antusias dan bersemangat untuk memainkan permainan-permainan yang disediakan.
 
Play Day 2023, Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023
Guru-guru ikut bermain Rolling Tape | Dok. Sekolah

Setelah semua anak menuntaskan semua permainan, kini tiba saatnya berganti peran. Jika sebelumnya guru-guru yang menjaga dan anak-anak yang bermain, kini sebaliknya. Anak-anak menjaga dan guru-guru bermain. Menyenangkan saat kami para guru dan anak-anak dapat bergembira bersama setelah sebulan lamanya tidak bertemu dengan mereka.
 

Pengumuman Juara

Kini tiba saatnya untuk mengumumkan pemenang dari masing-masing tingkat. Untuk tingkat TK, diambil 3 pemenang. Sedangkan untuk SD, diambil 5 pemenang, Menariknya, pada kegiatan ini kami memberikan hadiah berupa voucher ice cream Mixue. Tentunya anak-anak begitu antusias. Berikut para pemenangnya:
 

Play Day 2023, Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023
Para pemenang tingkat TK | Dok. Sekolah
Juara TK:

1. Genaro Fertuoso Pangkorade (TK B)
2. Kaylee Samantha Carol (TK A)
3. Christiano Nathanel Faith (TK B)
 
Play Day 2023, Sukacita Memperingati Hari Anak Nasional 2023
Para pemenang tingkat SD | Dok. Sekolah

Juara SD:

1. Mutiara Marbun (Kelas III)
2. El Keanu Panji Wibowo (Kelas I)
3. Alvaro Wempy Wijaya (Kelas III)
4. Stevania Vani Sunarso (Kelas I)
5. Cornelia Priscilla Ishana (VI)

Juara Guru dan Karyawan:

1. Teguh Dwi Prasetyo
2. Antonius Dwi Kuncoro, S.Pd.

Baca Juga: Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

Selamat untuk para pemenang yang telah meraih skor tertinggi di masing-masing level, dan menikmati hadiah yang telah didapatkan. Semoga kegiatan ini membawa sukacita dalam memulai pembelajaran. (ADK)
Penulis
Antonius Dwi K., S.Pd.
Sie Kesiswaan SDK Wijana
Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

 
Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship

Di era sekarang, banyak orang yang menjadi sukses karena berhasil mengembangkan entrepreneurship-nya. Lantas apa itu entrepreneurship? Menurut Eddy Soeryanto Soegoto, entrepreneurship merupakan suatu usaha yang dilakukan seseorang berdasar pada perlakuan kreatif dan inovatif untuk kemudian menghasilkan suatu karya serta memiliki nilai jual, dengan tujuan memberi manfaat bagi orang lain serta mampu membuka lapangan pekerjaan.
 
Entrepreneurship perlu ditanamkan dan dikembangkan sedari dini agar mampu “berbuah” maksimal. Hal itu pula yang difasilitasi oleh sekolah Wijana Mojoagung melalui kegiatan Market Day. Lewat kegiatan ini, sekolah memfasilitasi dan membimbing anak-anak dalam merencanakan, mengkreasikan, mempromosikan, hingga memasarkan hasil kreasi mereka. 

Baca Juga: Cooking Day 2023 - Hasil Olahan Umbi-umbian

Pelaksanaan

Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship
Anak-anak melayani orang tua yang membeli | Dok. Sekolah

Kegiatan Market Day ini diadakah bersamaan dengan waktu penerimaan rapor yaitu pada Sabtu (17/06/2023). Beberapa bulan sebelumnya, anak-anak dalam satu kelas diarahkan untuk menghasilkan kreasi makanan atau minuman yang memiliki nilai jual, yang akan dipasarkan dalam kegiatan Market Day. Dalam pelaksanaannya, masing-masing kelas mendirikan stand sederhana untuk menjual makanan atau minuman mereka. Beragam jenis makanan dihasilkan dan dijual. Mulai dari risol, tahu walik, salad buah, hingga ubi ungu mozzarela. Begitu pula dengan minumannya. 

Baca Juga: Grow to be Great – Pelepasan dan Pentas Akhir Tahun 2022-2023

Orang tua murid yang hadir untuk mengambil rapor pun berbondong-bondong memborong makanan dan minuman yang dijual oleh anak-anak. Ada pula warga sekolah lainnya yang memang sengaja datang hanya untuk membeli hasil kreasi anak-anak ini.

Selain makanan dan minuman, ada pula karya kerajinan tangan yang dijual oleh beberapa kelompok kelas. Ada tas dari tutup botol, jepit rambut, juga gelang yang inisial.

Kesan Pengunjung

 
Market Day, Sarana Pengembangan Entrepreneurship
Apresiasi orang tua melalui grup chat | Dok. Sekolah

Sebagai kegiatan yang pertama kali diselenggarakan, ternyata ini sudah mampu menimbulkan kesan yang bermakna bagi orang tua. “Saya salut sama Yehova dan Glori, kelas berapa ya ini bu? Tadi saya membeli gelang yang ada hurufnya, saya cari huruf M tidak ada, nah Yehova gigih sekali mencari, dan akhirnya memang sudah habis yang huruf M,” tulis ibu Yuhanita, dalam grup chat sekolah. “Lalu dengan sopan Yehova dan Glori bilang "Maaf ya tante, huruf M nya sudah habis". Mantap, sudah berusaha mencari, tidak menyerah, dan sekalipun tidak ada, bilangnya sangat sopan ke pembeli,” lanjut beliau yang merupakan salah seorang orang tua murid kelas VI (sudah lulus).

Baca Juga: Rekoleksi Prapaskah 2023 – Menghadirkan Sakramen dalam Keluarga

Tak hanya itu, ada pula Ibu Evita Sinta, orang tua kelas TK B yang juga ikut menambahkan, “Dengar dari cerita suami saya. Anak ini interaktif sekali dan dengan semangat menawarkan bahwa produk ini buatan sendiri dan benar-benar enak.  Kalau ndak beli pasti rugi karna rasanya enak. Dari sini akhirnya tadi kami beli 2 pak. Memang enak bola-bola ubi ungunya. Saya denger cerita ini ikut bangga, ternyata anak-anak SD juga sudah punya bakat dan berjiwa entrepreneur. Selamat ya buat sekolah Wijana yang sudah dengan sangat baik mendampingi putra/putri kami di sini.”
 
Pensiunan guru TKK Wijana yang turut berkunjung | Dok. Sekolah

Begitulah cerita kami tentang kegiatan Market Day. Memang masih sederhana, namun akan sungguh bermakna untuk anak-anak dan orang tua. Sekolah tidak hanya untuk mengejar materi dan nilai (angka). Sekolah hendaklah menjadi wadah sarana untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak-anak agar dapat berkembang secara maksimal sesuai bakat dan minatnya. Sehingga kelak segala pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan di sekolah juga mampu menjadi bekal hidup mereka di kemudian hari. (ADK)
Penulis
Antonius Dwi K., S.Pd.
Sie Kesiswaan SDK Wijana
 
Program Kami

Formulir Kontak